Langsung ke konten utama

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Amankan Tersangka Baru

Erick Thohir Mengangkat Mayjen TNI sebagai Dirut Bulog

Menteri BUMN Erick Thohir telah menunjuk Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perum Bulog, menggantikan Wahyu Suparyono. Saat ini, Mayjen Novi Helmy Prasetya menjabat sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI. Wahyu Suparyono sebelumnya diangkat sebagai Dirut Bulog pada September 2024, menggantikan Bayu Krisnamurthi. 

Erick Thohir Mengangkat Mayjen TNI

Selain posisi Dirut, jabatan Direktur Keuangan juga mengalami perubahan. Hendra Susanto kini menggantikan Iryanto Hutagaol, yang menjabat sejak Oktober 2024, menggantikan Bagya Mulyanto. "Keduanya telah memberikan kontribusi signifikan bagi Perum Bulog," tulis Bulog dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Infoduniakita.com, Sabtu (8/2/2025). 

Perubahan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025, mengakhiri masa jabatan Wahyu Suparyono dan Iryanto Hutagaol. Novi Helmy Prasetya dan Hendra Susanto kini memimpin sebagai Dirut dan Direktur Keuangan. Sebelumnya, Hendra Susanto menjabat sebagai Wakil Ketua BPK. 

"Perum Bulog menyambut baik kepemimpinan baru di bawah Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya dan Hendra Susanto," ujar Perum Bulog. Selain direksi, Menteri BUMN juga mengganti Dewan Pengawas Perum Bulog melalui SK Nomor: SK-29/MBU/02/2025. SK ini mengakhiri masa jabatan Wicipto Setiadi, yang digantikan oleh Verdianto Iskandar Bitticaca, seorang Purnawirawan Polri. 

Susunan baru Dewan Pengawas dan Direksi Perum Bulog adalah sebagai berikut: - Dewan Pengawas Perum Bulog Ketua: Sudaryono Anggota Independen: Dian Safitri Anggota Independen: Arifin Seman Anggota Independen: Andi Geerhan Lantara Anggota: Isy Karim Anggota: Fadjry Djufry Anggota: Frans B.M. Dabukke Anggota: Verdianto Iskandar Bitticaca - Direksi Perum Bulog Direktur Utama: Novi Helmy Prasetya Wakil Direktur Utama: Marga Taufiq Direktur Bisnis: Febby Novita Direktur Keuangan: Hendra Susanto Direktur Operasional dan Pelayanan Publik: Mokhamat Suyamto Direktur SDM dan Umum: Sudarsono Hardjosoekarto Direktur Pengadaan: Prihasto Setyanto Untuk informasi lebih lanjut, baca "artikel ini".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Amankan Tersangka Baru

INFODUNIAKITA.com   - Perkembangan kasus pembunuhan berencana terhadap TS dan anaknya AMR di Subang, Jawa Barat, terus menunjukkan kemajuan. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar berhasil menangkap tersangka baru, Abi Aulia, yang diketahui merupakan anak kedua dari tersangka Mimin. Kombes Pol Surawan, Direktur Reskrimum Polda Jabar, mengonfirmasi bahwa Abi Aulia telah ditahan. Berkas perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21 dan akan segera diproses secara hukum. "Abi Aulia sudah kami tangkap dan tahan setelah perkaranya dinyatakan P21," kata Surawan pada Jumat (28/2/2025). Sementara itu, Mimin, istri kedua Yosep Hidayah (terdakwa yang divonis 20 tahun penjara dalam kasus ini), serta anak pertamanya, Arghi Reksa, masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. "Proses terhadap mereka masih berlangsung," tambah Surawan. Pihak kepolisian berencana menggelar konferensi pers resmi terkait penangkapan ini pada pekan depan. "Kami akan meri...

Buntut Kasus Pertamax Oplosan, Komisi XII Usulkan Revisi UU Migas Segera Dibahas

INFODUNIAKITA.com - Komisi XII DPR RI mendesak agar revisi Undang-Undang (UU) Migas segera diprioritaskan menyusul mencuatnya isu Pertamax oplosan yang terkait dengan kasus korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina Patra Niaga. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, menyatakan bahwa revisi ini mendesak dilakukan, mengingat pasca putusan MK tahun 2012 hingga kini belum ada perubahan signifikan dalam UU Migas. “Ini momentum yang tepat. Bersama-sama dengan Komisi XII, kami sepakat bahwa sudah saatnya UU Migas direvisi. Revisi ini penting untuk memperjelas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan pengelolaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM),” ujar Bambang saat ditemui di Jakarta Timur, Kamis (27/2/2025). Bambang menambahkan revisi UU Migas akan mengatur lebih tegas mengenai pembagian tanggung jawab antara pengawasan di sektor hulu dan hilir. “Ke depan, kita ingin semua lebih jelas. Siapa yang bertanggung jawab di pengawasan, siapa yang mengurusi ...

Jakarta Mencekam Kamis Malam: Hujan dan Kemacetan Parah di TB Simatupang

INFODUNIAKITA.com - Pada Kamis malam (27/2/2025), Jakarta Selatan kembali menghadapi kemacetan berat di sepanjang Jalan TB Simatupang. Hujan yang turun sejak sore hari semakin memperburuk situasi lalu lintas. Berdasarkan pantauan sekitar pukul 18.50 WIB, kemacetan terparah terlihat di area flyover Tanjung Barat menuju Pondok Indah. Salah satu pengendara, Sandro (23), yang terjebak dalam kemacetan, menyampaikan keluh kesahnya. "Kalau jam pulang kerja ditambah hujan, Jakarta jadi seperti mimpi buruk. Jalanan macet total, tidak bergerak sama sekali," ujarnya kepada Infoduniakita.com. Sebelumnya, perjalanan Sandro dari rumahnya di Jakarta Timur sempat lancar hingga akhirnya terjebak macet di sekitar flyover Tanjung Barat sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga pukul 18.50 WIB, ia hanya mampu menempuh jarak empat kilometer. "Saat ini masih di depan High Scope. Jalannya hanya maju sedikit, lalu berhenti lagi. Begitu terus," kata Sandro. Rencana Sandro untuk pergi ke Palmerah, Ja...